Tumpukan Masjid di Cirebon Jawa Barat

Tumpukan Masjid di Cirebon Jawa Barat

Tumpukan Masjid di Cirebon Jawa Barat

Diana mungkin tidak akan menyangka jika dia bisa berangkat ke jawa barat untuk pertama kalinya. Karena sejak kecil dia sangat menginginkan itu tapi tidak mungkin bisa terwujud lagian dia tidak memiliki biaya hanya untuk berangkat saja makanya dia sangat berharap keberangkatannya itu tidak akan lama lagi terwujud. Dia berada di garis terdepan untuk menunggu sebuah kendaraan menghampirinya makanya dia tunggu di depan Masjid saja agar semuanya bisa terlihat lebih jelas. Akankah kisah itu tidak akan mungkin terulang lagi makanya semuanya harus kembali pada masa awal yang seharusnya tidak akan bisa terulang lagi. Diana sendiri memang begitu berharap karena dia mendapatkan informasi ayahnya ada di sana, informasi itu dia dapatkan dari setelah melakukan sebuah penelitian panjang di media sosial.

Dimasa menuju pension hari yang panjang sudah menunggu  bapak Sabar di usianya yang sudah menginjak enam puluh tahun dia sadar tidak akan lagin bisa melakukan semuanya seperti ketika masih muda lagi, dia juga sadar kematian sudah ada didepan mata, maka dia hanya melakukannya dengan sering berangkat ke Masjid karena sudah tidak mungkin lagi akankah semuanya bisa kembali seperti ketika saat awalnya kisah mudaya dulu. Saat semuanya sedang berangkat ke Masjid dia melupakannya karena dia merasa tidak akan bisa sebuah kisah yang bisa terlupakan dari masa muda itu. pak Sabar hanya menghabiskan kisah kisahnya di masa muda hanya karena dengan mengawali kisahnya mashing masing dari kedelai yang ada di rumahnya sesuatunya tidak akan mungkin bisa terwujud tanpa adanya kisah masa lalu yang sudah sangat kelam itu.

Tampaknya memang Rizaldi tidak akan bisa kembali ke arah yang benar mengingat dia sudah lama meninggalkan Masjid  terakhir adalah tidak adanya kisah lama yang bersemi kembali antara dia dan sebuah kisah yang tidak akan mempertemukannya dengan dan tanpa apapun., seharusnya ini bukanlah masalah bagi dia yang seharusnya bukanlah kisah yang sangat memilukan karena kita sendiri sudah tahu jika dia tidak akan bisa membelikan sesuatu kepada Pak Sabar ayahnya. Karena itulah pak Sabar hanya bisa meminta kepada audiens untuk berdiri sejenak mengheningkan cipta dan sudah tidak akan lagi sebuah kisah yang seharusnya tidak akan bisa terulang lagi. Karena dia hanya bisa mewujudkan kisah lamanya dengan kita yang lagi menyusuri jejak sang raja. Rizaldi sekali lagi harus kembali ke Masjid agar tidak aka nada lagi kisah lama yang ini adalah sudah dia sadari tidak akan mungkin bisa dia miliki ketika sudah ada yang lain lagi karena ini hanya permulaan dari akhiran yang entah kapan bisa orang tahu.