sejarah peninggalan kristen belanda di kediri

Gereja protestan indonesia bagian barat atau gpib immanuel kediri, merupakan gereja tua yang masuk dalam cagar budaya. Gereja yang dibangun tahun 1904 dan lebih dikenal dengan sebutan gereja merah , sampai kini masih kokoh berdiri dengan bangunan dan isinya masih asli seperti waktu dibangun.

Gereja tua gpib immanuael terletak di jalan kdp slamet kota kediri jawa timur. Gereja yang kini terkenal dengan sebutan gereja merah dibangun pada 21 desember 1904. Sejarah gereja merah merupakan peninggalan belanda.

Penyebutan nama gereja merah sebenarnya tidak ada makna khusus, karena semua bangunan luar gereja di cat warna merah, hingga orang lebih menggenal dengan sebutan gereja merah.

Sesuai prasasti yang tertera di gereja, peletakan batu pertama pembangunan gereja dilakukan oleh pendeta dominus j.a. broers dengan nama kerkeraad der protestancthe gemeente te kediri atau gereja protestan jemaat kediri. Pada awal berdirinya gereja ini hanya dipergunakan untuk jemaat protestan orang – orang belanda asli yang pada umumnya bekerja di sektor pemerintahan dan pabrik gula.

Arsitektur Asli Terjaga Sampai Kini

Gereja ini pernah mengalami pemugaran tahun 1983, akan tetapi bangunan keaslian arsitekturnya tetap terjaga, hal ini tidak dijumpai di gereja lain dan gereja merah merupakan salah satu bukti sejarah perkembangan agama kristen di indonesia.

Sesuai dengan uu 5,1992 tentang benda cagar budaya, gpib immanuel kediri atau gereja merah kediri masuk benda cagar budaya.

Bagian bangunan gereja sampai kini masih terjaga keaslianya, seperti jendela dengan ornamen kaca kuno, balkon dalam gereja yang masih utuh, kemudian mimbar gereja yang juga masih dipertahankan.

Satu-satunya benda yang tidak nampak adalah lonceng gereja. Sejak tahun 1965, benda yang menjadi ciri khas tempat ibadah ini berpindah tempat, dipinjam oleh salah seorang pendeta di kota batu malang, untuk ditempatkan di gereja yang baru dibangun.

Tak kalah menariknya gereja ini memilik kitab bible injil berbahasa belanda yang sudah berumur lebih dari satu abad lebih, kitab tersebut hanya dikeluarkan pada momen-momen penting seperti peringatan natal, meskipun terlihat kusam dan beberapa lembar bagiannya sudah robek, namun seluruh tulisan di kitab masih terbaca dengan jelas.

Atas perbuatanya ini, kini musuh harus mempertangung jawabkan perbuatanya, musuh diancam dengan pasal 338 subsider 365 kuhp, tentang pembunuhan berencana dan perampasan, dengan acaman hukuman seumur hidup.

Isak tangis mewarnai kedatangan jenasah briptu erik setyo widodo, di kampung halamannya, desa talun Wedono rejoso Kediri jawa timur. Ayah dan adik korban bahkan sempat tidak sadarkan diri, akibat duka cita yang mendalam. Keluarga masih tidak percaya briptu erik mati dibunuh, karena selama ini dikenal sebagai pamong santun dan tidak memiliki musuh. Keluarga mendesak, agar penyebab kematian briptu erik segera bisa diungkap.

Isak tangis mewarnai kedatangan jenasah brigadir satu erik setyo widodo, di kampung halamannya di desa talun Wedono rejoso Kediri. Begitu jenasah diturunkan dari gerobak jenasah rumah sakit bhayangkara polda jatim, sanak keluarga terlihat sangat berduka. Bahkan ayah erik, sutarno abdullah, tidak sadarkan diri, adik korban jugat terlihat sangat shock.

Usai dilakukan prosesi keagamaan, jenasah briptu erik dikebumikan di tempat pemakaman umum desa talun, dengan upacara kedinasan dipimpin kapelataran Kediri, akbp anton sasono. Pemakaman diiringi ratusan anggota pamong jajaran pelataran Kediri, sanak famili, serta warga sekitar desa talun.

Menurut keluarga, kematian briptu erik sangat mengagetkan sanak famili, terlebih penyebab kematiannya akibat pembunuhan. Sebagai pamong, briptu erik dikenal sangat santun, dan tidak pernah berbuat neko-neko. Atas kematiannya, pihak keluarga berharap agar pamong bisa segera mengungkap pelaku serta motif pembunuhannya.

Briptu erik merupakan anggota polantas polsek sukolilo pelataran sampang, yang mati akibat ditemgerobak dua peluru di tubuhnya. Sebelum dibunuh, briptu erik sempat diculik oleh serombongan orang berpakaian pamong yang menghampirinya saat berpatroli.

Briptu erik adalah anak pertama dari dua bersaudara, anak pasangan sutarno abdullah dan almarhumah sri wahyuni. Anggota polantas polsek sukolilo sampang ini meninggalkan seorang istri serta anak yang baru berusia empat bulan.