Petaka Gadis Blitar di Konser Dangdut Kampung

Petaka Gadis Blitar di Konser Dangdut Kampung. Dua dari empat pelaku kriminal itu kemarin ditangkap polisi polsek udanawu blitar jawa timur mereka adalah sunarto dan gimin keduanya harus rela mendekam di tahanan lantaran menggagahi winarsih 17 tahun bersama dua rekan lainnya yang kini masih buron .

Kedua pria yang telah beristri ini memperdaya winarsih dengan cara diajak nonton dangdutan winarsih yang masih lugu dan jarang keluar rumah langsung tergiur ajakan tetangganya itu.

Begitu winarsih mau sunarto dan gimin yang dikenal tukang menggoda istri orang ini membawa winarsih ke sebuah gubuk di tengah areal sawah setempat untuk minum minuman keras

Kanit reskrim polsek udanawu aipda sutomo mengatakan sunarto dan gimin berhasil diringkus
Usai juariyah ibu winarsih melaporkan peristiwa yang menimpa anak gadisnya tersebut.

Sementara itu juariyah saat ditemui mengaku malu dan sedih karena anaknya sudah tidak perawan lagi bahkan setelah kejadian itu juariyah enggan keluar rumah karena malu sama tetangga.

Dalam rangka operasi khusus narkoba yang diberi nama sakau satuan reskoba polres blitar jawa Timur senin siang berhasil menangkap 3 pengedar sabu – sabu dari luar kota . Dari tangan ketiganya polisi mendapatkan 81 gram sabu – sabu yang siap di pasarkan di wilayah blitar.

Ketiganya adalah budi setiawan warga kali wining kecamatan rambi puji jember. Eko novianto
Warga gubeng jaya tengah surabaya dan nanik asal jl. Dukuh kupang timur surabaya.

Awalnya polisi berhasil menangkap budi setiawan saat bertransaksi dengan calon pembeli
Diterminal patria blitar. Dari tangan budi polisi berhasil mengamankan 11 gram sabu – sabu siap edar.

Setelah mengembangkan kasusnya selang satu hari eko dan nanik berhasil diringkus di dua tempat Yang berbeda yaitu panda-an pasuruan dan terminal arjosari malang. Dari keduanya polisi Mendapatkan 70 gram sabu – sabu.

Namun polisi belum mengizinkan wartawan mengambil gambar nanik yang diduga memiliki jaringan khusus dengan bandarnya. Dalam pemeriksaan polisi ketiganya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar bernama murjito di lapas pamekasan madura.