Pengalaman Memakai Jasa JNE

Kapok Pake JNE

BACA JUGA : Situs Cek Resi

16 April 2013 jam 20:27
Sebagai pedagang online, jasa pengiriman ialah salah satu factor serius yang mendukung suksesnya usaha akuadanya sebagian jasa pengiriman yang kerap aku gunakan layaknya PT. Pos Indonesia, Tiki, serta JNE. Pemilihan jasa pengiriman itu didasarkan permintaan customer atau menelusuri harga yang termurah. buat pengiriman hitungan besar, aku kebiasaannya memakaikan jasa Pos. buat kiriman yang kecil serta gampang seringkali aku pake Tiki atau JNE
Tidak adanya jasapengiriman yang sempurna. Soal keterlambatan datangnya kiriman ialah Perihal yang biasa. meskipun aku cukup kerap jadi tujuankemarahan customer, tetapi aku tetap bersabar serta memaklumi perusahaan jasa pengiriman tersebut
Selama ini,kesalahan Pos serta Tiki cuma berbentuk keterlambatan datangnya kirimanaku belum pernah merasakan kejadian yang lebih buruk dari itu, serta semoga saja tak akan pernah. Tetapi, kesalahan JNE lebih banyak, tak cuma secukupnya keterlambatan datangnya kirimantetapi adanya juga yang lebih menyebalkan, layaknya :

1. aku pernah kehilangan paket, yang nilainya cukup besar. masa itu aku mengirimkan barang returan ke suplier di Cikarang. sehabis menunggu amat lama (hingga satu bulan), kiriman itu belum sampai juga ke penerima. Ketika ditrack di website, tertulis jikalau kiriman telah diterima oleh Joni. rujukan olehsuplier saya, tak adanya satu pun karyawannya yang bernama Joni. sehabis diusut cukup rumit, barulah pihak JNE menuturkan bila kiriman itu lenyapterjatuh. serta data yang diinput di web itu ialah data palsu
2. aku juga pernah kirim kiriman sasaran Cipete Jakarta, via JNE reguler. sehabis satu minggu, kiriman belum juga sampai ke customer aku. Informasi di web menyebutkan bila kiriman itu telah diterima oleh si Fulan. Lagi2, customer aku bilang tak adanya nama Fulan di rumahnya. sehabis periksa sana sini, barulah kepergok bila kiriman itu diangkut oleh salah satu karyawan JNE yang rumahnya dekat dengan alamat penerima. tetapi si petugas ini tak langsung mengantarkan ke alamat penerima, melainkan dititip ke salah seorang tetangganya. serta kacaunya tetangga tersebut lupa menyampaikan. Intinya, lagi2 pihak JNE berikan info yang salah melalu web
Walaupun telah berkali – kali dikecewakan JNE, aku tetap memakaikan jasanya, dengan sebagian pertimbangan. Hingga akhirnya aku merasakan kejadian, yang amat menyebalkan serta bikin aku kapok pake jasa JNE. Berikut detilnya :

BACA JUGA : situscekresi.com

Hari Senin, 25 Maret yang lalu, aku mengirimkan kiriman seberat 15 kg, ke wilayah Tangerang. pasal kiriman tersebut berat tersebutkan utk penghematan, aku memakaikan layanan OKE. Berbarengan dengan kiriman itu, aku juga mengirimkan 3 kiriman lainnya ke Semarang, Kab Madiun, serta Yogyakarta. Semuanya memakaikan layanan OKE
Paket Tangerang ini ialah pesanan teman aku yang tinggal di Kuala Lumpur. Saat itu dia sedang liburan satu minggu diTangerang. Rencananya baju2 tersebut akan dia jual di KL. Hingga hari Rabu sore, kiriman tersebut belum sampai. Teman aku was was kiriman tersebut terlambat. Mengingat hari Jumat ialahtanggal merah, serta Sabtu pagi dia telah sesegera mungkin balik ke KL. Rabu sore itu aku langsung sms teman saya, yang juga owner agen JNE tempat akumengirimkan kiriman. Petugas JNE tersebut meminta data penerima, no resi, dll. Dia berjanji akan menelusuri info mengenai kiriman itu. Sebelumnya, akumencoba tracking serta mengirimkan email ke CS JNE pusat, sayangnya saat itu website JNE sedang eror
Hari Kamis pagi,saya kontak lagi JNE. aku serta teman aku disuruh menunggu, pasal kiriman tersebut telah adanya di Tangerang serta akan dikirimkan ke alamat penerima hari itu juga. Hingga sore hari kiriman tersebut belum datang juga. aku kontak lagi agen JNE tempat aku mengirimkan barang, aku dikasinomor telp JNE cabang Tangerang. Berkali – kali aku menelpon JNE Tangerang, tetapi tak diangkat –angkat. Saat itu telah sekitar pukul 7 malam. sehabismencoba berkali – kali,akhirnya telpon diangkat juga. JNE Tangerang menyebutkan tunggu saja, pasal penghantaran kiriman baru berakhir pukul 9 malam. pasal tak puas dengan jawaban petugas JNE Tangerang, aku kontak teman aku pemilik agen JNE. Dia meminta aku menghubungi JNE pusat Depok. Info dari JNE Depok jikalau kiriman aku telah diangkut ke Tangerang pagi tadi
Lalu aku telpon lagi JNE Tangerang. aku meminta kepastian jikalau kiriman aku dapat dihantarkan malam itu juga. sehabis menelpon cukup lama, barulah aku ketahui jikalau di Kamis pagi itu, kiriman aku baru diangkut ke JNE Tangerang, bukan ke penerima. (Hallooojadi. tuh kiriman ngendap di JNE Depok dari hari senin sampe Kamis pagi !!!). Olehpihak JNE Tangerang, kiriman itu disimpan dulu di pergudangan Bandara Mas,menunggu sistem sortir. sertadijadwalkan dikirim ke penerima hari Sabtu. kebiasaannya kiriman diterima sore hari. serta itu bermakna kiriman akan terlambat
Saya bertambah kesal, panik, serta lemas. pasal bila kiriman itu tak sampai sebelum teman aku take off, tersebutkan orderan tsb akan dicancel, sertakiriman akan dikembalikan ke akuaku terancam rugi jutaan. Hiks. membuat nangis
Kamis malam itu aku mencoba meminta supaya kiriman aku dapat dihantarkan malam itu atau hari Jumat(besoknya). tetapi aku disuruh menelpon lagi besok, buat kepastiannya
Jumat pagi aku pun menelpon lagi JNE Tangerang. sehabis mencoba berkali – kali barulah telpon diangkat oleh petugas. Lagi2 jawabannya setara dengan telpon2 aku sebelumnya,bahwa dia tak dapat memastikan, dia sesegera mungkin bertanya dulu ke area lain. aku disuruh menunggu. Akhirnya aku telpon lagi sekitar satu pukul setelah ituaku meminta kepastian supaya kiriman aku dapat diantar hari itu atau aku ambil sendiri ke Tangerang. sehabis melewatipenjelasan yang bertele – tele, Poinnya ialah kiriman tak dapat dihantar hari itu, pasal hari cuti. Di hari cuti tak adanya penghantaran kiriman kecuali layanan yes serta ekspres. aku meminta pengecualian buat kiriman akumeskipun itu kiriman OKE, setidaknya JNE mau bertanggung jawab atas kesalahan pengendapan paket, salah perhitungan tanggal merah, serta kesalahan informasi sehingga aku cuma disuruh menunggu. aku berkali – kali memaparkanjikalau kiriman tersebut akan diangkut ke luar negeri Sabtu pagi. serta aku juga bersedia mengalah buat memperbanyak ongkos pengiriman, yang seriuskiriman itu dapat dihantar hari itu juga. tetapi petugas JNE tsb tak mau tahu, bersikeras jikalau kiriman tak dapat dihantar. Akhirnya aku meminta alamat lengkap tempat kiriman tersebut Berposisidisebut jikalau kiriman itu masih di Pergudangan Bandara Mas Cengkareng, tak dapat diambil langsung
Saya amat kesal dengan JNE. Jadi maunya apakah ? Mengantarkan kiriman tak bisa, aku mau mengambil sendiri juga tak bisa. tak adanya sedikit pun solusi yang berpihak terhadap saya, pelanggannya. tak adanya sedikit pun niatan petugas buat menolong aku. JNE berkali – kali menyebutkan jikalau itu ialahkiriman OKE. Dengan maksud menyalahkan aku. Padahal, 3 kiriman OKE yang aku kirimkan berserentakan telah sampai kepenerima tgl 27 serta 28 Maret. Padahal tempatnya lebih jauh. Lalu, kenapa paketOKE yang ke Tangerang saja, yang jauh lebih dekat dari Semarang, Yogya, KabMadiun, yang kode telponnya juga masih setara dengan Jakarta/Depok belum sampai ? JNE jelas jelas benar2 menyebalkan
Satu lagi yang aku sesalkan dari JNE, mengapa berikan info yang salah ? Kenapa hari Kamis pagi aku cuma disuruh menunggu ? Kalau informasi yang diberikan benar, jikalau kiriman baru diangkut dari JNE Depok menuju JNE Tangerang, bukan ke penerima, tersebutkan aku akan dengan cepat mengambil sendiri kiriman tersebut hari itu juga. aku akan dengan cepat meluncur ke Banmas, atau lainnya. tak cuma menunggu janji2 palsu
JNE sepertinya kerap berikan informasi yang tak benar. Asal jawab saja. terhadap hari Jumat pagi itu, aku juga sempat mengirimkan email ke CS JNE Pusat. Dijawab dengan bahasa yang sopan. tetapi informasinya salah. CS Pusat menyebutkan bila hari Jumat itu kiriman dapat aku ambil di JNE Cimone. Padahal info dari petugas JNE Tangerang (yang betul) kiriman tersebut masih adanya di Banmas
Saya tahu, JNE jelas jelas berkali – kali sengaja mengendapkan dulu kiriman OKE Jabodetabek. Dengan sasaran “memaksa” orang buat memakaikan(minimal) layanan reguler. tetapi sayangnya tak pake perhitungan. kiriman 15 kg itu, jumlah ongkirnya aja lebih dari 3 yes. Harusnya tahulah bila kirimanbesar itu tak bisa jadi buat digunakan sendiri. Melainkan buat dijual lagi. Dimana – mana, pebisnis itu maunya tarif yang murah. serta masa ialah Perihalserius bagi pebisnis. serta kacaunya juga, JNE lupa memperhitungkan jikalau Jumat ialah tanggal merah
Setelah mencoba membujuk, memohon, hingga mengancam tetap gagal. aku akhirnya menghentikan usaha aku. Sudahlah, nelpon berulang kali, dari nada lembut sampai tegas, tak adanya pergantian setara sekali. JNE tetap bersikukuh dengan prosedurnya. JNE Depok tak pake perhitungan, JNE Tangerang takmau tahu. aku juga mengancam akan menulis pembelajaran buruk ini serta menyebarluaskannya via internet. Eh,malah dijawab oleh si petugas, “terserah ibu, itu hak ibu”. Seolah menantang saya
Saya akhirnya pasrah saja. Capek. tak adanya hasilnya berbicara dengan orang yang tak mau tahu kepentingan orang lain. hanya untuk hati panas sertamenginterupsi kegiatan lainnya. aku hanya berdoa, bila jelas jelas masih rezeki saya, kiriman itu akan sampai sebelum teman aku take off
Alhamdulillah, teman aku mau mengalah, di hari Sabtu pagi itu, sebelum ke Bandara dia menyempatkan mampir ke pergudangan buat mengambil kirimanamat merepotkan sebenarnya. pasal dia sesegera mungkin merepacking sesaat sebelum berangkat
Sejak kejadian ini, aku bertekad tak lagi memakaikan layanan JNE, teruntukkan JNE Depok, lebih khusus lagi agen JNE yang dulunya langganan akumeskipun aku tak jadi merasakan kerugian materi. tetapi aku telah merasakan kerugian immateri yang besar
Semoga kejadian ini tak akan terulang lagi terhadap aku serta orang lain.