Ini Jawaban Sandiaga Uno Terhadap Bullying di Sekolah

Tanggapan Sandiaga Uno Terhadap Bullying – Sandiaga Uno berujar tak hanya beri tambahan hukuman, perlu diperhatikan pula faktor sosial pada para pelaku kejahatan bully. Tindakan tersebut supaya bullying tidak terus menerus dilakukan.

“Ketika Bapak Anies menjadi menteri, tidak hanya faktor hukumnya yang dicermati tapi faktor berasal dari faktor sosial. Mereka bisa disentuh dan diberikan aktivitas yang baik ke depan” paparnya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Seperti yang dikutip dari https://www.arah.com/news.html

Beliau pun menyarankan pengkajian lagi tentang hukuman untuk para pelaku bullying oleh beberapa siswa di SMPN 273 berupa penarikan KJP (Kartu Jakarta Pintar) hingga diberikan berasal dari sekolah.

“Itu perlu dicermati dan dikaji, gara-gara yang efektif yang perlu layaknya apa. Orangtuanya juga perlu diajak bicara juga, lingkungannya juga perlu ditata” ujarnya.

Pandangan Wakil Gubernur Sandi, keliru satu sekolah yang bisa dijadikan permodelan untuk pembersihan tindak bullying di sekolah ialah Labschool.

“Prof. Arief Rachman yang tempo hari banyak beri tambahan masukan, sekolah Labschool sebagai pelopor yang hingga hari ini tidak ada bullying,” kata dia.

Ia mengungkapkan kunci utama tak ada kasus bullying di Labschool ialah ada konsep kepemimpinan yang kokoh.

“Waktu saya ikut MOS (masa orientasi siswa) di Labschool itu melatih mereka cinta sama Pancasila. Dengan aktivitas layaknya itu kemungkinan siswa yang penuh energi ini menggroupkan kegiatannya menjadi aktivitas positif,” ujarnya.

Seperti yang dikabarkan, tindakan bullying di Thamrin City yang berjalan pada Jumat (14/7/2017) lebih kurang pukul 13.30 WIB di lantai 3A Thamrin City beredar di sarana sosial.

Video yang tersebar itu memperlihatkan sejumlah siswa SMP tengah mengitari satu siswi yang gunakan seragam putih. Siswi memakai pakaian putih itu mendapat kekerasan berasal dari sejumlah siswa yang ada.

Tidak ada perlawanan yang dilakukan siswi memakai pakaian putih itu. Dibagian akhir video siswi tersebut diminta mencium tangan dan kaki pelaku.

Kasus Bullying Tolong Jangan Terlalu Dibesar-besarkan

Mendikbud Muhadjir Effendy menghendaki kasus bullying yang dilakukan pelajar SMP di Thamrin City tidak dilebih-lebihkan.

Muhadjir berujar pelaku dan korban adalah kawan baik di sekolah apalagi diluar sekolah. Bahkan keluarga pelaku dan korban juga saling mengetahui.

“Mohon maaf ini telah jangan terlalu berlebih lagi, tolong hormati mereka,” papar Muhadjir usai datang ke SMP Negeri 273 Jakarta.

Muhadjir mengkuatirkan psikologis korban dan pelaku terganggu kecuali kasus tersebut konsisten diperbincangkan.

Sekarang ini, kasus tersebut telah diurus Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan pelaku telah mendapat sanksi berasal dari sekolah.

“Karena mereka masih tengah tumbuh (anak-anak), miliki pengalaman terbatas jangan hingga peristiwa ini menyebabkan dia secara psikis terganggu. Saya mohon kerjasamanya untuk kepentingan semua pihak” ujar Muhadjir.

Kasus ini yang dilakukan sekelompok siswa-siswi pada seorang siswi berjalan di Thamrin City. Ada beberapa siswa-siswi berasal dari SD dan SMP yang menjadi pelaku bullying. Semua pelaku tersebut telah dikeluarkan berasal dari sekolah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *