Ditjen Pajak akan manfaatkan SiPINA untuk AEoI

Bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan memanfaatkan SiPINA. Sistem penyampaian nasabah asing ini akan digunakan untuk mengumpulkan lima jenis data nasabah asing.

Direktur Perpajakan Internasional DJP John Hutagaol mengemukakan dalam Seminar Nasional Perpajakan di Kampus Tarumanegara, tantangan yang dihadapi oleh DJP ke depan dengan aplikasi Automatic Exchange of Information (AEoI) adalah pengelolaan data nasabah yang diserahkan instansi keuangan.

Mulai April th. depan, DJP juga akan kebanjiran data yang lalu juga akan dipertukarkan dengan 101 negara anggota Global Komunitas.

Pengumpulan serta pengelolaan data itu juga akan memakai System Penyampaian Nasabah Asing atau SiPINA yang sudah diperkembang OJK pada 2016 kemarin. Sesaat untuk pertukaran dengan 101 negara yang lain, Indonesia ikut berperan serta dalam membuat satu system transmisi terpusat.

Tiap-tiap negara yang tergabung, termasuk juga Indonesia membayar cost 140. 000 Euro. Diluar itu, tiap-tiap tahunnya Indonesia keluarkan 50. 000 Euro untukmaintenance. “Kita membuat Common Transmission Sistem berkelas dunia, ” kata John, Selasa (14/11).

Objek dari pemberlakuan AEoI itu adalah info akun keuangan nasabah yang berada di instansi keuangan. Lima type info yang juga akan diserahkan instansi keuangan mencakup data jati diri nasabah, data keuangan nasabah, serta jati diri instansi keuangan tempat rekening nasabah. Objek dari pemberlakuan AEoI itu adalah info akun keuangan nasabah yang berada di instansi keuangan. Lima type info yang juga akan diserahkan instansi keuangan mencakup data jati diri nasabah, data keuangan nasabah, serta jati diri instansi keuangan tempat rekening nasabah.

Terkecuali ke-3 type data itu, pendapatan yang didapat nasabah serta saldo akhir yang ada didalam rekening nasabah akan dilaporkan.

John memberikan, data yang terkumpul juga kana digunakan untukcrosscheck kepatuhan Harus Pajak. Sumber: siamplop.net